mulia & asam asam coal mine
Tambang Batu Bara Mulia & Asam Asam merupakan salah satu lokasi penambangan batu bara terpenting di Indonesia yang terletak di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Operasi penambangan ini dikelola oleh PT Borneo Indobara, anak perusahaan dari PT Toba Bara Sejahtra Tbk. Kawasan ini dikenal memiliki cadangan batu bara berkualitas dengan karakteristik kalori menengah yang sangat dibutuhkan untuk pasokan energi nasional maupun ekspor.
Aktivitas penambangan di Mulia & Asam Asam telah berlangsung sejak tahun 2000-an dengan metode tambang terbuka (open pit). Daerah ini memiliki lapisan batu bara yang relatif dangkal sehingga memudahkan proses ekstraksi. Sistem penambangan yang digunakan mencakup pengupasan tanah penutup (overburden), pemuatan material, serta pengangkutan menggunakan alat berat seperti ekskavator dan dump truck berkapasitas besar.
Dampak ekonomi dari operasi tambang ini cukup signifikan bagi masyarakat sekitar. Selain menyerap tenaga kerja lokal, perusahaan juga memberikan berbagai program CSR seperti pembangunan infrastruktur jalan, fasilitas pendidikan, dan pelatihan keterampilan bagi warga. Namun demikian, aktivitas pertambangan juga mendapat perhatian khusus terkait pengelolaan lingkungan hidup agar tetap memenuhi standar keberlanjutan.

Produksi batu bara dari Mulia & Asam Asam sebagian besar dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik dalam negeri melalui skema Domestic Market Obligation (DMO). Kualitas batu baranya yang memiliki nilai kalori sekitar 4.000 - 5.000 kcal/kg sangat cocok untuk PLTU mulut tambang. Selain itu, sebagian produksi juga diekspor ke beberapa negara Asia seperti China, India, dan Filipina.

Ke depan, pengembangan tambang ini terus dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan kerja dan lingkungan. Perusahaan berkomitmen menerapkan praktik pertambangan yang bertanggung jawab sesuai dengan regulasi yang berlaku dari Kementerian ESDM. Dengan cadangan yang masih melimpah, Mulia & Asam Asam diperkirakan akan tetap menjadi kontributor penting dalam industri batu bara nasional untuk tahun-tahun mendatang.
